Commodity Indonesia

Kenapa Batu Bara Masih Jadi Energi Paling Stabil di Negara Berkembang

Meskipun dunia terus mendorong penggunaan energi terbarukan, banyak negara berkembang masih secara aktif mengandalkan batu bara. Salah satu alasannya adalah karena batu bara tersedia dalam jumlah besar dan mudah diakses secara lokal. Sebagai contoh, Indonesia dan India memiliki cadangan batu bara yang sangat besar. Karena itulah, pemerintah dan pelaku industri di negara-negara tersebut dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor energi. Lebih lanjut, akses lokal ini membuat biaya distribusi energi menjadi lebih rendah. Akibatnya, batu bara tetap menjadi pilihan yang ekonomis dan strategis bagi negara-negara yang sedang membangun infrastruktur energi mereka.

Simak selengkapnya!

Stabilitas Listrik untuk Industri

Industri-industri besar membutuhkan pasokan listrik yang stabil dan berkelanjutan. Dalam konteks ini, PLTU berbasis batu bara secara konsisten menyediakan energi yang andal untuk kebutuhan manufaktur, transportasi, serta layanan publik.

Di sisi lain, banyak teknologi energi terbarukan seperti tenaga surya dan angin masih menghadapi kendala dalam hal kontinuitas suplai. Oleh karena itu, batu bara tetap berperan aktif sebagai tulang punggung kelistrikan di negara-negara berkembang.

Tak hanya itu, pemerintah dan pelaku usaha juga mengandalkan batu bara untuk menjaga kestabilan grid nasional, terutama saat permintaan listrik melonjak.

Harga Terjangkau

Salah satu alasan utama mengapa batu bara masih digunakan secara luas adalah karena biaya produksinya yang rendah. Jika dibandingkan dengan energi terbarukan yang membutuhkan investasi awal yang besar, pembangkit listrik berbasis batu bara dapat dibangun dan dioperasikan dengan modal yang relatif kecil.

Sebagai akibatnya, tarif listrik bagi masyarakat bisa tetap terjangkau. Industri pun mampu mempertahankan daya saing mereka karena biaya energi yang rendah. Dengan kata lain, batu bara secara aktif mendukung stabilitas ekonomi, terutama di negara-negara dengan pendapatan menengah ke bawah.

Transisi Energi yang Realistis

Negara berkembang berada di persimpangan sulit: di satu sisi harus mengurangi emisi karbon, namun di sisi lain harus mengejar pertumbuhan ekonomi. Dalam kondisi ini, batu bara berperan sebagai solusi antara, atau sering disebut sebagai “jembatan energi”.

Melalui pengembangan teknologi seperti clean coal dan carbon capture and storage (CCS), banyak negara berupaya mengurangi dampak lingkungan dari pembakaran batu bara. Selain itu, pemerintah juga secara bertahap mengintegrasikan energi terbarukan, tanpa harus mengorbankan kestabilan sistem energi nasional.

Kesimpulan

Banyak negara berkembang masih mengandalkan batu bara, meskipun banyak pihak sering mengkritiknya, karena batu bara memberikan stabilitas, keterjangkauan, dan ketersediaan energi.

Ke depan, negara-negara tersebut harus bertindak aktif dalam menggunakan batu bara secara lebih bersih dan efisien, sambil tetap mendorong transisi menuju energi hijau. Dengan pendekatan yang realistis dan bertahap, batu bara dapat tetap berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top